Ganti Profesi

0
69

“Walaupun saya memulai dari bawah lagi, tapi saya naik jenjang dalam kehidupan”, katanya mempertegas diri ketika dia ganti profesi lagi.

Berapa tahun yang lalu dia bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan semi konduktor di Batam dengan gaji berupa dollar, di saat itu setara dua puluh juta rupiah, belum lagi tunjangan kendaraan dan perumahan yang di dapatnya. Ia pada saat itu merasa bersyukur telah berjuang dari bawah, dan kemudian bisa menghidupi keluarganya dengan kecukupan.

Tiba-tiba ia memutuskan meninggalkan semua kenikmatan tersebut karena dia merasa kurang nyaman melihat banyaknya karyawan-karyawan di komplek perusahaan yang tidak bisa menjalankan ibadah sholat dengan baik. Bersama-sama teman-temannya dirintis masjid dengan kegiatan-kegiatan yang menunjang peribadahan dan pembinaan karyawan beserta keluarga muslim.

Saat ini masjid yang dirintisnya merupakan masjid terbesar di kompleks perusahaan, dan juga termasuk masjid terbaik di Batam. Masjidnya bukan sekedar tempat sholat dan pembinaan saja, tapi juga punya kompleks pertokoan, warung, pesantren, dan pemancar radio. Juga mempunyai lembaga yang berhasil mengumpulkan zakat di karyawan-karyawan perusahaan.

Masyarakat Batam mengenal dan mengindentifikasinya dengan nama lembaga masjidnya, seolah-olah dia adalah tokoh utamanya di balik masjid tersebut. Jika diajaknya keliling Batam, sepertinya banyak orang yang mengenalnya, mulai tukang parkir sampai penjual makanan dan pelayan hotel Islam.

Tapi kembali dia sangat mengejutkan, dia ganti lagi profesi baru yang tidak pernah diduga oleh teman-temannya. Sekarang ia menekuni pemberdayaan masyarakat, yang masih tidak terlalu jauh dari profesi sebelumnya mengurusi masjid. Cuman saja dia akan mulai tidak berkantor lagi di masjid yang dulu, dia akan sibuk keliling kota memberikan pelatihan-pelatihan bagi pemberdaya.

“Aku sangat resah melihat kemiskinan dimana-mana, dibutuhkan orang yang mau membina mereka”, alasannya

Ketika di masjid dia sudah membina dua puluh enam kelompok usaha kecil, yang beragam produknya, seperti makanan kecil, tikar, dan kain batik.

“Pengalamanku mengatakan mudah membina dhuafa untuk berdaya, yang dibutuhkan cuman ketekunan dan kesabaran kita menghadapi mereka”, lanjutnya menjelaskan.

Berarti sudah dua kali dia ganti profesi, yang bagi orang kebanyakan itu bukan hal mudah. Biasanya ganti profesi dikarenakan sudah diberhentikan bekerja di profesi tersebut, tapi dia malah ketika di puncak-puncak keberhasilan profesinya malah dia berpindah profesi. Apalagi berganti profesi bukan karena alasan keinginan naik pendapatan atau status jenjang jabatan, tapi karena hal yang sangat idealis, dimana dia memperhatikan nasib orang lain.

Istrinya bekerja sebagai guru sekolah dasar, dan sekarang menjadi Wakil Kepala Sekolah. Sedangkan anaknya tiga orang putri, paling besar SMA, nomor dua masih SMP, dan terkecil masih SD. Anak nomor dua sudah hafidz enam juz, dan anak terkecil juara catur tingkat propinsi dan sekarang berlomba di Kejurnas Yunior Catur.

“Istri dan anak-anak happy karena kami jadi semangat”, alasannya ketika ditanya bagaimana tanggapan keluarganya atas pergantian profesinya.

“Anak-anak senang melihat ayahnya tidak lagi bekerja kantoran, ayahnya sekarang bisa berkeliling Indonesia, sekalipun saya mulai dari bawah lagi”, lanjutnya.

Memang sulit dibayangkan bagaimana orangnya dan juga bagaimana keluarganya jika tidak bertemu langsung, semua energik dan nggak gampang menyerah. Komunikasi di keluarganya sangat heroik penuh semangat, sehingga semua masalah menjadi kecil bagi mereka.

Aku bersyukur dapat berkenalan dan bersahabat dekat dengannya, apalagi sekarang bersama-samanya melakukan pemberdayaan di seluruh penjuru Indonesia.

Ya Alloh, jadi kami termasuk orang yang Engkau beri naungan di padang mahsyar nanti sebab kami berteman, bertemu, dan berpisah karena iman sebagaimana janjiMu. Dan jagalah keluarga kami dari kesusahan di dunia dan jauhkan dari api neraka. Aamiin ya robbal ‘alamiin. • (Deddy Wahyudi/Pekanbaru 17/07/2016)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here